SEANDAINYA CERITA ITU BUKAN SI KANCIL
Narasumber : faizal Mahdi, dr.
Si Kancil suka sekali ketimun.
Ketika dia dalam keadaan lapar,
ia melihat makanan kesukaannya itu ada di kebun pak tani.
Namun kebun ketimun itu ada di
seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya?
Tiba-tiba ia mendapat ide.
Ia berteriak memanggil buaya,
"Buaya...buaya... ayo
keluar... mau daging segar nggak?"
Tak lama kemudian, seekor buaya
muncul dari dalam air, "Huaahhh... siapa yang teriak-teriak siang-siang
begini.. mengganggu tidurku saja."
"Hei Kancil, diam kau..
kalau tidak kamu akan akau makan !." Kata buaya kedua yang juga muncul.
"Aku ada berita bagus. Aku
akan bagikan daging segar untuk kalian , pagillah buaya-buaya yang lain" ,
ujar kancil..
Lalu buaya pun memanggil
teman-temannya.
"Nah, sekarang aku harus
menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris
berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,"
"Nanti aku akan menghitung
satu persatu."
Tanpa berpikir panjang,
buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai
satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
"Oke, sekarang aku akan
mulai menghitung," kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya
pertama, sambil berteriak,
"Satu..... dua.....
tiga....." begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya
satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya
tertawa,
"Mudah sekali
ternyata."
"Terima kasih ya
teman-teman, sebenarnya tidak ada daging. Aku cuma mau menyeberang. Terima
kasih kalian sudah membantu aku", ujar kancil sambil berlari riang ke
kebut pak tani.
"Awas kamu kancil, kalau
ketemu lagi akan aku makan kamu" ,kata buaya-buaya itu geram.
--------------------------
Itulah cuplikan dongeng dengan
tajuk “Si Kancil Anak Nakal”.
Masih terdengar familiar di
telinga kita kan?..
Atau bahkan sudah beberapa kali
diperdengarkan ke telinga anak-anak kita?.. 😄
Versi ini atau juga ada
beberapa versi yang lain..
Ayah Bunda yg baik hati..,
Bahasan ini bukan dalam rangka mengkritik keberadaan dongeng di atas, atau
dongeng-dongeng fiksi yang lain.
Karena memang masih ada unsur
kebermanfaat dari dongeng.
Dan kita semua hampir sepakat..
Apa saja??.. Antara lain:
...
- Melatih kemampuan
berkomunikasi.
- Merangsang kecerdasan dan
kreatifitas.
- Membangun emosi anak.
- Menanamkan pesan moral.
- Dan beberapa manfaat yang
lain…
Nah.. akan tetapi bahasan kita
kali ini adalah mencoba menghadirkan ke tengah anak kita sesuatu yang lebih
menarik, lebih bermanfaat dan memiliki efek jangka panjang di kehidupan anak
kita kelak.
Sesuatu ini yang menurut kami
memiliki SATU hal pembeda yang tidak ditemukan pada dongeng.
Yakni sisi realitas..
Benar sekali.. ia adalah
KISAH..
Apa bedanya Kisah dengan
Dongeng?..
hanya satu aja.. Kisah itu
nyata, sedangkan Dongeng tidak nyata.
Tapi justru hal ini yang
membuat daya impact dan kesan luar biasa di benak anak anak kita.
Dalam kajian ilmiah yang pernah
saya ikuti, Memberikan cerita pada anak kita, baik berupa dongeng, kisah atau
yang lainnya, setidaknya ada TIGA UNSUR PENTING yang bisa dihadirkan.
1.Pembelajaran,
2. Petunjuk
3. Kasih Sayang
Dengan berkisah, peluang untuk
bisa menyentuh semua unsur tersebut sangatlah besar.
Anak bisa mengambil saripati
hikmah atas kejadian yang kala itu tengah berlangsung, apa positifnya dan
pembelajaran yang bisa diambil.
Dengan berkisah, anak secara
tak langsung menyimpan bekal yang berharga yang nantinya bisa digunakan untuk
memecah problematika kehidupannya kelak.
Bukankah sejarah bisa saja
berulang.
Karena kisah berlangsung secara
nyata, dan anak anak kita kelak kehidupannya pun secara nyata.
Sempurnalah kisah bisa menjadi
petunjuk.
Dan dengan berkisah, tumbuhlah
rasa kasih sayang pada diri anak.
Berkisah adalah hal yang sangat
menarik.