Senin, 01 April 2019

Kisah Ulat Bulu dan Kupu-Kupu

Suatu ketika, ada seorang ibu yang memiliki hobi bertaman. Dia memiliki rumah berhalaman luas yang penuh dengan berbagai tanaman dan berbagai bunga yang bermekaran. Setiap hari si ibu mengurusi tanamannya, dia pupuk, dia siram, hingga tumbuh subur sehingga menjadikan suasana begitu asri dan indah sekali.
Setiap selesai mengurusi tanaman biasanya si ibuk duduk di beranda rumah sambil memandangi keindahan tanamannya dari kejauhan. Suatu ketika, saat dia sedang terhanyut oleh keindahan tamannya, tiba-tiba terlintas sebuah keinginan, andai banyak kupu-kupu yang datang berterbangan ditamannya itu.
Dia pun memanjatkan Do’a, ‘’Ya Allah, aku ingin tamanku dipenuhi oleh berbagai macam kupu-kupu yang berterbangan agar tanaman ini tampak semakin indah dan cantik.” Setelah berdoa, si ibu semakin sering mengintip tamannya dari dalam rumah, berharap ALLAH telah mengirimkan banyak kupu-kupu seperti keinginannya. Sebulan telah berlalu, tetapi tak satupun kupu-kupu hinggap di taman. Si ibu kecewa, ternyata tak satupun kupu-kupu hinggap di taman. Si ibu kecewa, ternyata Allah tak mengabulkan doanya. Malah Banyak ulat yang melahap dengan nikmat sebagian besar pohon ditamannya.
Dengan berbagai cara, dia berusaha mengusir ulat-ulat tersebut. Akan tetapi, bukannya pergi malah kini badannya menjadi gatal. Akhirnya diapun pasrah. Sejak itu pula dia malas mengurusi tanamannya. Dia pindahkan sebagian besar tanaman yang rusak kedalam gudang sehingga menyisakan sebagian kecil saja di luar. Namun, si ibu masih berusaha merawat tanaman yang tersisa sambil mengeluh dan mengumpat dalam hati,’’Dasar ulat-ulat tak tahu diri, berani-beraninya merusak tanamanku
Hingga pada suatu pagi, ketika dia membuka pintu gudang untuk mengambil peralatan berkebunnya, berterbanganlah kupu-kupu yang indah. Ketika pintu gudang dibuka lebar, kupu-kupu terbang keluar mencari sari bunga yang ada di taman.
Si ibu terkagum-kagum dengan kejadian ini. Sambil berdiri di pintu gudang, dia memandang jauh ke tamannya sambil menggelengkan kepalanya dan berseru kagum. Kini tamanya terlihat semakin indah, dihiasi oleh kupu-kupu yang banyak. Si ibu ini berpikir dalam hati, dari mana gerangan datangnya kupu-kupu sebanyak ini? Aha, dia baru ingat akan ulet-ulet yang memakan tanamannya, yang dulu ia pindahkan kedalam gudang. Dia tidak mnyadari bahwa ulat-ulat yang dulu dia benci dan singkirkan kegudang itu kini telah berubah menjadi kupu-kupu yang indah dan membahagiakan hatinya.(Cerita dari buku Ayah Edy)
Dari kisah tersebut kita bisa mengambil banyak pelajaran bahwa segala sesuatu yang kita inginkan belum tentu kita dapatkan dengan mudah begitu saja atau secara cepat dan terkadang seringnya manusia lupa akan sebuah proses yang harus dilalui. Proses yang selalu kita lalui umumnya adalah sebuah hal yang mungkin tidak akan kita senangi, membosankan bahkan tidak mudah untuk kita lalui. Sama halnya saat kita sebagai orangtua ataupun pendidik yang menginginkan anak yang luar biasa pastilah harus melalui proses yang tidak singkat dan cepat, karena mendidik anak adalah bagian dari proses bagaimana kita akan membentuk anak menjadi karakter yang luar biasa, oleh karenanya kita sebagai orang tua maupun seorang pendidik tetap harus selalu menjadi pribadi yang terus belajar agar mampu membersamai ananda dengan pengasuhan yang sesuai dan tepat.
Salam Semangat Belajar

Minggu, 03 Maret 2019

Dari Mana Kita Harus Memulai Segalanya?


Dari Mana Kita Harus Memulai Segalanya?

Haiii Ayah Bunda, ada sebuah riwayat dari negeri Timur Tengah yang bisa kita jadikan sebagai bahan perenungan kita bersama. Dahulu kala, ada orang tua yang memiliki lima orang anak yang sulit diatur dan nakal. Karena tidak bisa mengatasi kenakalan anak-anak tersebut, merekapun meminta nasihat kepada Nabi  Yang Agung dan Bijaksana.

‘‘Wahai Nabi utusan Tuhan Yang Agung, kami datang ke sini untuk mohon nasihat dan petunjukmu. Bagaimana caranya mengasuh kelima anak kami yang luar biasa sulit diatur dan nakal-nakal ini. Tolonglah kami wahai Nabi yang Bijaksana.’’ Orang Tua tersebut memohom.
Sungguh diluar dugaan, Nabi Yang Agung dan Bijaksana itu hanya memberikan nasihat singkat.

‘’wahai orang tua yang baik, mulai saat ini ubahlah satu demi satu perilakumu menjadi lebih baik dan sekarang pulanglah, insyaAllah anak-anakmu akan berubah menjadi lebih baik.’’
Sungguh sebuah cerita yang luar biasa!

Ayah Bunda, ternyata nasihat ini pun secara ilmiah dibenarkan oleh para ahli pendidik pada era modern.

Dalam pandangan psikologi pendidikan, diketahuia lebih dari 70% perilaku anak itu adalah mirroring atau cerminan langsung dari perilaku orangtua, sehingga  jika ingin mengubah perilaku anak, ubahlah satu demi satu perilaku kita terlebih dahulu. Selanjutnya baru kemudian perilaku anak akan berubah dengan sendirinya.

Ternyata hidup adalah tentang bagaimana untuk terus semangat belajar karena sudah semestinya kita terus belajar dalam mempersiapkan diri menjadi orang tua yang memiliki kualitas kepribadian yang baik, sehingga juga dapat mencerminkan hal yang baik-baik pada anak kita nanti. Tidak ada kata terlambat untuk memulai karena setiap usaha pasti akan ada hasilnya.

So, yuk terus belajar dimulai dari sekarang!!!
Keep Fighting!!!                           


Senin, 22 Oktober 2018

Seandainya Cerita Itu Bukan Si Kancil


SEANDAINYA CERITA ITU BUKAN SI KANCIL
Narasumber : faizal Mahdi, dr.

Si Kancil suka sekali ketimun.
Ketika dia dalam keadaan lapar, ia melihat makanan kesukaannya itu ada di kebun pak tani.
Namun kebun ketimun itu ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya?

Tiba-tiba ia mendapat ide.
Ia berteriak memanggil buaya,
"Buaya...buaya... ayo keluar... mau daging segar nggak?"
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, "Huaahhh... siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja."
"Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak kamu akan akau makan !." Kata buaya kedua yang juga muncul.
"Aku ada berita bagus. Aku akan bagikan daging segar untuk kalian , pagillah buaya-buaya yang lain" , ujar kancil..
Lalu buaya pun memanggil teman-temannya.


"Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,"
"Nanti aku akan menghitung satu persatu."
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
"Oke, sekarang aku akan mulai menghitung," kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak,
"Satu..... dua..... tiga....." begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa,
"Mudah sekali ternyata."

"Terima kasih ya teman-teman, sebenarnya tidak ada daging. Aku cuma mau menyeberang. Terima kasih kalian sudah membantu aku", ujar kancil sambil berlari riang ke kebut pak tani.
"Awas kamu kancil, kalau ketemu lagi akan aku makan kamu" ,kata buaya-buaya itu geram.
--------------------------


Itulah cuplikan dongeng dengan tajuk “Si Kancil Anak Nakal”.
Masih terdengar familiar di telinga kita kan?..
Atau bahkan sudah beberapa kali diperdengarkan ke telinga anak-anak kita?.. 😄
Versi ini atau juga ada beberapa versi yang lain..

Ayah Bunda yg baik hati.., Bahasan ini bukan dalam rangka mengkritik keberadaan dongeng di atas, atau dongeng-dongeng fiksi yang lain.
Karena memang masih ada unsur kebermanfaat dari dongeng.
Dan kita semua hampir sepakat..

Apa saja??.. Antara lain:
...
- Melatih kemampuan berkomunikasi.
- Merangsang kecerdasan dan kreatifitas.
- Membangun emosi anak.
- Menanamkan pesan moral.
- Dan beberapa manfaat yang lain…

Nah.. akan tetapi bahasan kita kali ini adalah mencoba menghadirkan ke tengah anak kita sesuatu yang lebih menarik, lebih bermanfaat dan memiliki efek jangka panjang di kehidupan anak kita kelak.
Sesuatu ini yang menurut kami memiliki SATU hal pembeda yang tidak ditemukan pada dongeng.
Yakni sisi realitas..

Benar sekali.. ia adalah KISAH..
Apa bedanya Kisah dengan Dongeng?..
hanya satu aja.. Kisah itu nyata, sedangkan Dongeng tidak nyata.
Tapi justru hal ini yang membuat daya impact dan kesan luar biasa di benak anak anak kita.


Dalam kajian ilmiah yang pernah saya ikuti, Memberikan cerita pada anak kita, baik berupa dongeng, kisah atau yang lainnya, setidaknya ada TIGA UNSUR PENTING yang bisa dihadirkan.

1.Pembelajaran,
2. Petunjuk
3. Kasih Sayang

Dengan berkisah, peluang untuk bisa menyentuh semua unsur tersebut sangatlah besar.
Anak bisa mengambil saripati hikmah atas kejadian yang kala itu tengah berlangsung, apa positifnya dan pembelajaran yang bisa diambil.

Dengan berkisah, anak secara tak langsung menyimpan bekal yang berharga yang nantinya bisa digunakan untuk memecah problematika kehidupannya kelak.
Bukankah sejarah bisa saja berulang.
Karena kisah berlangsung secara nyata, dan anak anak kita kelak kehidupannya pun secara nyata.
Sempurnalah kisah bisa menjadi petunjuk.


Dan dengan berkisah, tumbuhlah rasa kasih sayang pada diri anak.
Berkisah adalah hal yang sangat menarik.

Agar Anak Kopperatif


AGAR ANAK KOOPERATIF
Oleh: Rofiqotul Izzah N.I., S.Psi.
Kepala Triple C Daycare Pucang

"Kak, Ayo pakai sepatunya! Mama sudah telat!
"Bentar Maa, aku mau minum dulu.."
"Sudah minumnya?" Ayo berangkat ke rumah Bunda!"
"Beli permen dulu". (Setelah pegang permen)
"Ayo berangkat"..
"Aku mau.... bla..bla..bla..

Biasanya ada saja yang anak-anak anda sering lakukan dan hal tersebut bisa sangat menguji kesabaran, menguras energi pikiran dan hati. Tak jarang emosi negatif menyertai, seperti marah, menangis, teriak, dan mengancam atau bahkan memukul/mencubit. Berikut adalah tips yang bisa diterapkan agar anak kooperatif:

1⃣ Buat kesepakatan dan aturan bersama.
Sosialisasikan ke anak dan jelaskan bahwa aturan tersebut adalah untuk kebaikan anak. Buat kesepakatan konsekuensi logis apa yang akan anak dapatkan saat menjalankan kesepakatan/tidak dapatkan saat kesepakatan tersebut tidak dijalankan. Misal, saat akan bepergian hari ahad, informasikan (bisa malam H-1) ke anak kegiatan apa saja yang akan kita lakukan, sampai jam berapa, kemana, ketemu siapa. Hal ini bertujuan agar anak dapat menyiapkan dirinya, seberapa besar energi yang ia butuhkan. Ini untuk menghindari misal anak lelah sebelum agenda selesai atau energinya berlebih dan belum tuntas tersalurkan padahal sudah saatnya pulang.

2⃣ Terapkan konsekuensi logis.
Saat menerapkan konsekuensi logis harus berimbang antara reward dan negative reinforcement. Saat anak-anak mau berperilaku sesuai kesepakatan maka berikan reward. Reward tidak harus berupa barang mahal dan mengeluarkan uang. Bisa ungkapan sayang dengan dicium, peluk, dan pujian. Apabila perilaku anak telah menetap maka reward bisa dikurangi secara perlahan. Begitu pula sebaliknya saat anak tidak kooperatif, negative reinforcement/konsekuensi logis bisa diberikan. Misal, Saat anak tidak mau membereskan mainannya sendiri, maka konsekuensi logisnya bisa berupa larangan bermain mainan tsb.

3⃣ Komunikasikan dengan baik saat anak melanggar kesepakatan. Hindari menghakimi dan membesar-besarkan kesalahan anak. Kurangi ancaman.
Saat anak melanggar kesepakatan dan tidak mau kooperatif, maka sikap pertama kita adalah tenang. Kemudian ingatkan anak dengan kesepakatan yang sudah dibuat.Tidak perlu berteriak, mengancam,

4⃣ Konsisten dan berikan contoh.
Ketidakkonsistenan akan membuat anak bingung dan memberontak. Penting digarisbawahi konsisten ini juga termasuk persamaan penerapan aturan oleh ayah, bunda, kakek, nenek, bahkan asisten rumah tangga (semua anggota keluarga). Jika kita konsisten insyaAllah anak tidak mudah bingung dan pembiasaan untuk mendisiplinkan anak relatif mudah. Keteladanan adalah pengajaran yang lebih utama diterapkan. Anak-anak melihat dan mendengar apa yang orang tua lakukan. Mereka adalah peniru ulung. Maka sudah sepatutnya kita memberikan keteladanan terlebih dahulu.

Terimakasih


Pesona Ala Bunda Daycare


Narasumber : Ela Nurhayati
Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirahmanirrahim

Jalan2 ketika malam
yang ada hanyalah sepi
selamat pagi Ayah dan Bunda baik hati
Semoga senantiasa di sehatkan dan di mudahkan di setiap rejeki Aamiin

PESONA ALA BUNDA DAYCARE
what's That ???


So supaya ga gagal faham apalagi salah faham biasakan baca sampai selesai  yaa moms ..

Ayah dan bunda baik hatinya, ada yg bilang "Setiap senyuman dan tangisan anak saat ini akan kita rindukan beberapa tahun yang akan datang"  Maka jangan biarkan pesona Ayah dan Bunda tergantikan oleh gadget ataupun yang lainnya ..

Termasuk anak2 yang terpesona oleh bunda daycare..
Eeiitss koo bisaa ???
Bisaa !!!
Contohnya bisa di lihat kepatuhan dan kesolihan anak2 ketika ada di daycare. Masya Allah

Maka tidak berniat menggurui apalagi mencintai (Eeaaaa) 
tapi izinkan saya sharing tentang bahagianya di sayangi.
(Anak2 pastinya)

PESONA I 
CINTA

Dalam konteks keluarga, orang tua pastilah ingin mengekspresikan cintanya kepada anak dengan selalu berupaya membahagiakan buah hatinya. Mereka ingin selalu dapat memberi pujian dan pelukan hangat, melayani kebutuhan anak, dan, mungkin saja, membelikan apa pun yang diminta anak. Semua dilakukan atas nama cinta.

Tapi, sejauh mana ekspresi cinta itu ???

Di manakah batasnya ???

Apalagi bila kita tahu betapa cinta itu sangat diperlukan bagi perkembangan anak.

Di lima tahun pertama usianya, anak tengah mencari rasa aman. Rasa aman lebih lanjut akan mengembangkan rasa percaya diri dan konsep diri anak kelak.

Tapi sekali lagi sangat mungkin bagi orang tua untuk mencintai dengan cara yang kurang bijaksana.

Misalnya terjadi bila orangtua terlalu mengutamakan cara yang bersifat materialistis. Membelikan mainan atau barang bagi anak secara nonstop atau selalu mengabulkan rengekannya bukanlah cara yang tepat. "Money can't buy love ".

PESONA II
KATA-KATA

Moms ternyata penelitian dari Psikolog Anak, menyimpulkan lebih dari 90 %  permasalahan anak disebabkan oleh kesalahan atau ketidaktahuan orang tua akan cara komunikasi dan penyampaian yang baik terhadap anak.

Oleh karenanya pilihan kata ketika  berbicara. Di usahakan memakai kata yang berenergi positif. Kalau kita terpaksa menggunakan kata-kata negatif, maka kita harus menutup dengan kata  yang positif.

Sebab pada akhirnya, otak lebih menerima kata-kata yang berada di akhir kalimat.

Contoh : “memakai dan melepas baju sendiri itu sulit” coba gantilah dengan kata “ memakai dan melepas baju sendiri itu sulit tapi Mas kevan pasti bisaa”.

PESONA III 
TEGAS NO MARAH

Di bagian ini salah satu pegangan yang penting bagi bunda daycare yaitu tegas.
Tegas kepada anak bukan berarti kejam lowh moms. Tegas juga bukan berarti harus memukul atau mencubit.

Duh! Usahakan jangan sampai lakukan itu..

Makanya kami tidak pernah melarang anak mengekspresikan tangisannya meluapkan emosinya dan menuntaskan egosentrisnya tapi Tetapkan Aturan dan Beri Penjelasan dengan begitu Anak-anak cukup disiplin dalam berbagai hal.
Alhamdulillah

Hmmmh, panjaang banget yaa moms penjelasannya.. Terakhir saya mewakili bunda2 di setiap cabang Triple C daycare mohon doanya agar kami bisa terus belajar memahami dan mendampingi Ananda karena kami jauh dari kata sempurna ..

Semoga bermanfaat
SEKIAN DAN TERIMA KASIH 🙏💐


Menguatkan Bonding Anak


Narasumber: Devin Ari Sagita S.Si
Assalamu'alaykum Ayah Bunda...
Apa yang dirasakan hari ini dalam membersamai buah hati?
Moga segala perjuangan Ayah Bunda  terganti dengan putra-putri yang Sholih dan Sholihah sehingga kelak menjadi perantara surga bagi Ayah Bunda. Aamiin
 Apa itu Bonding?
Kalau dalam ilmu Psikologi memiliki makna keterikatan antara orang tua dan anak. Sederhananya sih kedekatan orang tua dan anak. Termasuk juga para Bunda daycare, sebagai mitra Ayah Bunda dalam membersamai ananda.
Kalu di daycare,  perlu banget nih  bagi para Bunda untuk menguatkan bonding dengan anak. Terlebih pada ananda yang baru diamanahkan kepada kami agar tidak terjadi drama telenovela berkepanjanganan hehehehee

Kalau di rumah, saya yakin, in syaa Allah Ayah Bunda sudah Memiliki bonding dengan sang buah hati. Terlebih oleh Ibu yang telah mengandung selama 9 bulan. Semua yang dimakan Ibu akan menjadi makanan oleh buah hati. Apa yang dirasakan Ibu akan dirasakan oleh buah hati. Ditambah peran Ayah yang menjaga kondisi sang Ibu agar tetep bahagia dan prima. Sungguh di situlah nampak telah ada ikatan yang saling menguatkan. Namun seiring berjalannya waktu, terkadang orang tau ataupun mitra orang tua kurang tepat dalam menangkap maksud ananda sehingga bisa melemahkan bonding dengan anak.

Gimana Menguatkan Bonding dengan Anak?
Isilah tangki cinta yang positif
Cinta adalah bahan bakar yang membersamai anak dalam proses tumbuh kembangnya. Karena ia pun terlahir dari benih cinta orang tuanya. Oleh karena itu, penting banget untuk memenuhi tangki cinta pada anak agar proses tumbuh kembangnya optimal.
Ibarat mobil, sebelum ia digunakan maka dipastikan bahwa tangki bahan bakarnya terisi penuh ya.. Kalau tidak maka akan terhambat. Moga gak sampek dorong mobil 🤭😅
Cinta yang membuat anak nyaman, merasa dilindungi, dan merasa diperhatikan. Hal itu yang mampu membangun rasa kepercayaan dirinya untuk berproses dalam tumbuh kembangnya. Merujuk pada berbagi sumber, Anak yang masa kecilnya tumbuh dengan cinta, maka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, inisiatif, kreatif dan mandiri. Namun jika anak tidak punya tangki cinta yang utuh, atau cinta yang dimasukan dalam tangki tersebut kurang tepat maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri, pemarah dan penuh curiga. Sehingga  penting sekali bagi orang tua dan semua pendidik paham untuk sama-sama memiliki peran mengisi tangki cinta pada anak dengan cinta yang positif.

Kenali bahasa cinta ananda
Setiap anak itu unik dan punya karakter masing-masing. Ada yang aktif sampek gak bisa diem. Ada yang pemalu tapi suka mengamati. Ada yang mudah tersenyum ada pula yang gampang nangis. Ada yang caper pengen dipuji. Ada yang usil pengen diperhatikan. Ada yang patuh karena pengen dapat hadiah. Ada yang nempel karena pengen "me time" sama orang tuanya. Hehehehe
Itulah anak-anak. Mereka punya bahasa cinta sendiri untuk diungkapkan. Agar tidak terjadi salah paham. Maka sebagai pendidiknya perlu tau seperti apa bahasa cinta yang mereka miliki. Agar mereka tetep merasa dicintai sehingga bisa menguatkan bonding.
Bahasa cinta mereka biasanya bisa berupa kata-kata apresiasi, waktu berkualitas, pelayanan, sentuhan fisik, maupun hadiah. Dan bahasa cinta tersebut juga dipengaruhi dari karakter masing-masing anak.


 Libatkan anak dalam aktivitas

Biasanya anak itu pengen tau apa yang dilakukan orang tua. Pengen ikut serta dalam aktivitas orang tua. Maka jika dirasa itu tidak memberatkan maka ajak mereka. Namun jika dirasa itu berat dilakukan maka komunikasikan.
Melibatkan anak dalam aktivitas bisa dengan cara mengajaknya ngobrol, ataupun mengajari anak tentang apa yang sedang dilakukan.
Apalagi kalo ananda sudah mulai berani bertanya. Kesempatan banget tuh memasuki sesi penguatan bonding sama anak.

Insyaa Allah itu yang bisa saya sharingkan sesuai pengalaman membersamai ananda selama didaycare. Betapa Maha Besar Allah turut serta dalam tumbuh kembangnya ananda. Semoga bermanfaat. Mohon maaf bilamana ada yang kurang tepat

Wassalamu'alaikum

Sabtu, 11 Februari 2012

Triple-C Daycare

Selamat datang di Triple-C Daycare...
Sebuah taman pengasuhan anak dengan konsep integrated school and daycare, dengan kurikulum stimulasi yang disesuaikan tahapan tumbuh kembang anak. Dengan mengadopsi atmosfer rumah sebagai tempat pengasuhan terbaik bagi ananda, sesuai moto kami Rumah Kedua Buah Hati Anda